Senin, 29 April 2013
Cerita tentang 3 idiot yang sukses
3 Idiot bercerita tentang tiga orang sahabat, yang sama-sama kuliah di sebuah universitas terkenal di India, perguruan tinggi ini adalah sebuah kampus fakultas Tehnik terbaik di India. Ketiganya yaitu Farhan, Raju, dan Rancchodas.
Farhan dan Raju adalah mahasiswa dengan latar belakang sederhana sementara Rancho dari keluarga kaya. Farhan sebenarnya ingin sekali bercita-cita sebagai seorang fotografer satwa liar, namun keinginannya itu terhalang oelh keputusan ayahnya yang ingin melihat anaknya menjadi sarjana teknik, karena memenuhi keinginan ayahnya untuk masuk ke perguruan tinggi. Sementara Rancho adalah si jenius yang kaya raya tujuannya belajar adalah untuk bersenang-senang, karena ia memang tidak mempunyai beban sama sekali.
Rancho, memiliki pandangan berbeda mengenai ilmu pengetahuan dan membuat mesin. Pandangannya begitu maju dan menentang pandangan kuno tentang membuat mesin. Dan juga ia menentang salah satu pengajarnya Profesor Virus, Hal ini di awali setelah ada salah seorang mahasiswa bernama Joy Lobo, gantung diri di kamar asramanya. Kemudian Rancho menentang Virus dan memberikan sebuah data banyaknya mahasiswa yang bunuh diri, di sebabkan oleh salahnya sistem pengajaran, yang hanya menitik beratkan dari nilai ujian bukan atas dasar kreatifitas diri mahasiswa yang terkait.
Maka mulailah sebuah konflik yang atas dasar konflik secara kritisi pemikiran masing-masing Rancho dan Virus. Virus memberi label kapada Rancho dan ke dua kawan baiknya itu sebagai "idiot". Ia juga mempengaruhi Farhan dan Raju untuk menjauhi Rancho. Sebaliknya siswa kesayangan Virus adalah Catur yang melihat peringkat tertinggi berdasarkan nilai, sangat bangga.
Kemudian Ranco pun mengerjai Catur, pada saat itu Catur berpidato di sebuah ruangan yang di hadiri oleh para petinggi perguruan tinggi tersebut termasuk virus. Ranco, Farhan dan Raju mengganti isi pidato tersebut dengan kata-kata kotor, yang sebelumnya telah di tulis oleh Catur sendiri. Catur tanpa berfikir dan curiga kepada selembar pidato itu dan kemudian pada saat dia membacakan pidato itu orang-orang yang ada diruangan tersebut mempertawakan dia.
Dan kemudian ranco jatuh cinta, kepada Pia. Pia ini adalah putri dari si Virus. Mereka bertemu diacara pernikahan kakaknya Pia, mereka bertiga datang tidak di undang hanya ingin mendapatkan makanan gratis. Pia, agak anaeh dengan ke tiga orang itu dan menanyakan kepada ayahnya, siapa mereka.ternyata ketiga orang itu adalah tiga idiot yang berasal dari kampusnya virus.
kemudian saat mereka sedang mabuk berat. Ke tiganya masuk ke rumah Virus seperti maling. Rancho masuk ke kamar Pia untuk mengutarakan isi hatinya, setelah sebelumnya di panas-panasi oleh Farhan dan Raju. Namun Ranco salah menggenggam sebuah tangan. Dan tangan yang ranco pegang itu adalah tangan kakaknya pia yang sedang hamil. Yang sangat senang mendapati anak dalam kandungannya menandang, karena kata-kata yang di ucapkan Ranco. Akhirnya mereka kabur karena takut ketahuan, sementara Raju menyampatkan untuk buang air kecil di pekarangan Virus, dan Viruspun melihat siapa yang menyusup ke rumahnya.
Ke esokannya, Virus memanggil Raju ke kantor. Mengancam akan mengeluarkan Raju dari kampus. Raju memohon agar jangan di keluarkan, permohonannya di manfaatkan oleh Virus. Ia bisa tetap kuliah namuan Ranco yanga kana di keluarkan. Di antara dua pilihan yang cukup sulit. Memilih dirinya sendiri atau menghkianati kawan baiknya itu? Raju lompat keluar dari jendela kantor virus.
Setelah kejadian itu, raju dan farhan mengikuti omongan ranco Yaitu mengikuti apa yang di suarakan oleh hati. Farhan memutuskan untuk mengejar kecintaannya kepada fotografi. Menceritakan segalanya kepada ayahnya, apa yang ia impikan. Namun ayahnya menolak, kerena ia berpikiran dengan menjadi fotografer ia tidak bisa membeli rumah mewah dan melengkapi segala kebutuhannya. Namun Farhan bersi keras dan memberikan pengertian kepada ayahnya, yang terpenting kebahagianan dirinya. Ayahnya tetap menolak dan mengatakan, jika tidak maka kau akan bunuh diri seperti temannya itu Raju. Sambil menagis farhan menjawab, tidak, ia tidak akan bumuh diri seperti Raju. Kemudian ia bersumpah di depan ayahnya membuka dompetnya. Ada Foto ayah dan ibunya. Farhan berkata, Raju dan Rancho menasehati, jika ia bunuh diri apa yang terjadi pada senyum orang tua mu yang ada di foto ini. ayahnya pun tersadar dan merestui cita-cita anaknya tersebut, sambil memeluknya.
Dan Raju menghadiri wawancara untuk sebuah pekerjaan di perusahaan. Ia hadir dengan tubuh penuh plestar dan kursi roda. Dalam wawancara tersebut menjawab pertanyaan yang di ajukan dengan jawaban yang non-formal, jujur dan apa adanya. Walaupun sebenarnya tidak cocok ia bekerja di situ, jawaban tersebut sangat tidak di harapkan oleh perusahan, karena mereka butuh orang yang pandai berbohong dan merangkai kebongongan tersebut dengan cara indah. Namun karena ke apa adanya itu justru ia di terima bekerja, kerena ia jujur.
Selanjutnya rano dan farhan mencuri soal ujian. Namun mereka lupa mematikan mesin fotokopi dan Virus mengetahuinya. Setelah itu berkas soal tersebut di serahkan kepada Raju, tapi yang terjadi adalah Raju, membuat kertas tersebut jauh-jauh dan mengatakan kepada keduanya. Hal ini tidak boleh di menangkan dengan cara curang.
Dan pada saat itu ketiga idiot itu diusir , namun pada saat virus itu sedang marah-marah kakanya pia menangis kesakitan karena ingin melahirkan.
Kepanikan terjadi, listrik tiba-tiba padam. Raco memutar otaknya dengan menyalakan listrik dengan menggunakan aki mobil Virus. Pia panik menyuruh Ranco menyiapkan sebuah penyedot untuk menarik bayi, Saat genting tersebut mereka semua tidak bisa menemukan alat seperti itu. Raco pun mengakalinya dengan membuat alat itu dari penyedot debu yang ia modifikasi.
Bayipun lahir, akan tetapi tidak bergerak sama sekali dan tidak menangis pula. Semuanya diam menjadi lengang. Kemudian Ranco mengendong bayi dan mengucapkan sebuah kata yang ia ucapkan pada saat ia merayu Pia di kamarnya. Bayi akhirnya menandang muka Ranco beberapa kali dan mulai menangis, kontan mereka semua bergembira dan terharu.
Dari kejadian ini, virus menyadari siapa dirinya selama ini, dan mengatakan pada bayi "ia boleh jadi apa saja yang ia mau!," termasuk jadi pemain bola. Ranco harus bergegas karena ia sudah di usir, rachopun menghampirinya dan membarikan sebuah pena, pemberian sebuah pena merupakan simbol seseorang Profesor kepada muridnya yang berprestasi.
Dan kemudian merekapun wisuda dan tanpa disadari oleh kedua temannya ranco, si rancopun pergi dan menjadi seorang professor terkenal. Dan beberapa tahun kemudia sahabat-sahabat rancopun sukses, disuatu hari farhan dan raju serta catur mencari ranco karena rasa kangennya mereka kepada dia, namun sebelum mereka bertemu denagn ranco ketiga orang itu menjemput pia yang akan menikah dan dalam pernikahan itu farhan dan raju mengacawkannya dan membawa pia bertemu dengan ranco. Dan akhirnya mereka menemukan ranco disebuah permukiman kecil atau sekolah kecil yang banyak alat-alat mesin yang berbagai macam kegunaannya. Disinilah mereka berpelukan serta ranco dan pia resmi berhubungan berpacaran. Sekian……………
Pesan :
• Jangan pernah memaksakan sebuah cita-cita anak walaupun niatnya baik karena itu tidak menjamin sebuah kesuksesan
• Sahabat adalah segalanya bagi kehidupan manusia, tanpa seorang sahabat kita takan sukses, karena sebuah dorongan dan motivasi yang membuat kita sukses adalah masukan dari sahabat
• Kepintaran tidak harus dilihat dari iya mempunyai peringkat atau nilai bagus dalam sekolahnya tapi kepintaran itu bisa kita dapatkan dari sebuah pengetahuan pengalaman yang kita dapat dalam kehidupan kita
• Kemudian harta bukanlah segalanya didunia ini
• Jarak dan waktu idak akan memisahkan sebuah arti kata cinta bila kedua belah pihak saling mencinta dan kesetiaan adalah segalanya
Selasa, 02 April 2013
JULIUS CAESAR 100 sM-44 SM
Tatkala suasana politik bukan alang-kepalang hangat dan tajamnya, lahirlah di Roma seorang militer dan politikus Romawi yang masyhur, Gaius Julius Caesar, tahun 100 SM.
Di abad kedua sebelum Masehi, sesudah kemenangannya menundukkan Cartago dalam Perang Punik kedua, orang-orang Romawi sudah berhasil mendirikan kekaisaran yang luas. Penaklukan ini membikin mereka punya harta melimpah. Tetapi, peperangan membikin keadaan sosial ekonomi porak poranda dan banyak petani terusir dari sawah ladangnya. Senat Romawi, yang asalnya semacam dewan kota kecil, terbukti tak mampu mengatur negeri yang sudah begitu melebar secara efisien. Korupsi politik merajalela dan seluruh daerah Laut Tengah menderita sangat akibat ketidakbecusan pemerintah Romawi. Di Roma sendiri, bermula pada tahun 133 SM, sudah terjadi kekacaubalauan dalam masa yang cukup lama.
Politisi, para jendral dan para demagog saling bergulat merebut kursi kekuasaan dan pasukan pemberontak (seperti yang dipimpin Marius tahun 87 SM dan yang dipimpin Sulla tahun 82 SM) bergerak langsung ke jantung Roma. Kendati kebrengsekan pemerintahan sudah jelas-jelas bagi setiap orang, umumnya rakyat Romawi masih tetap ingin mempertahankan sistem pemerintahan republik. Julius Caesar mungkin pemimpin politik penting pertama yang dengan gamblang melihat bahwa pemerintahan demokratis di Roma tak ada faedahnya dipertahankan, dan memang sesungguhnya sudah lama tak ada bawa faedah.
Caesar sendiri berasal-usul keluarga bangsawan lama. Dia peroleh pendidikan baik dan sebagai anak muda dia sudah menceburkan diri ke dunia politik. Pelbagai jabatan yang pernah dipegangnya, pertumbuhan karier politiknya yang mengesankan, hubungan persekutuan yang pernah dibuatnya, secara detail tidak akan dijabarkan di sini. Tetapi, tahun 58 SM ketika usianya menginjak empat puluh dua Julius Caesar ditunjuk sebagai gubernur yang membawahi tiga propinsi di bawah Roma: Cisalpine Gaul (bagian utara Itali); Illyricum (daerah pantai Yugoslavia kini); dan Narbanese Gaul (pantai Perancis sekarang). Di bawah komandannya saat itu ada empat pasukan Romawi yang beranggotakan 20.000 tentara.
Selama tahun-tahun antara 58-51 SM, Caesar menggunakan pasukan itu menyerbu dan menaklukkan sisa daerah Gaul, daerah yang kira-kira terdiri dari Perancis dan Belgia kini, berikut bagian-bagian dari Swiss, Jerman, dan Negeri Belanda. Meskipun jumlah pasukannya teramatlah sedikit, dia berhasil memukul orang-orang Gallik dan sekaligus memperluas daerah kekuasaan Romawi hingga menyentuh Sungai Rhine. Dia juga mengirimkan dua ekspedisi ke Inggris, tetapi tidak berhasil menaklukkan secara permanen.
Penaklukan Gaul membuat Caesar --yang memang sudah menjadi pemuka politik-- seorang pahlawan tatkala kembali ke Roma. Dan di mata lawan-lawan politiknya malahan terlampau populer dan terlampau kuat. Ketika kendali komando militernya berakhir, dia diperintahkan oleh Senat Romawi kembali ke Roma dan menjadi penduduk biasa. Yang artinya tanpa punya pasukan samasekali. Caesar khawatir, dan kekhawatiran ini beralasan, karena jika dia kembali ke Roma tanpa pasukan, lawan-lawan politiknya akan menggunakan peluang menghancurkannya. Oleh sebab itu, di malam tanggal 10-11 Januari 49 SM, dalam perlawanan terbuka terhadap Senat, Caesar memimpin pasukannya menyeberangi Sungai Rubicon di belahan utara Italia dan menuju Roma. Ini merupakan langkah melanggar aturan dan tak lain daripada suatu pemula perang saudara antara pasukan Caesar di satu pihak melawan pasukan yang setia kepada Senat di lain pihak. Pertempuran berkecamuk tak kurang dari empat tahun lamanya yang akhirnya dimenangkan oleh Caesar. Pertempuran penghabisan yang menentukan terjadi di Munda, Spanyol, tanggal 7 Maret 45 SM.
Caesar berkesimpulan bahwa despotisme yang efisien yang diperlukan Romawi hanyalah dia yang bisa melakukannya. Dia kembali ke Roma bulan Oktober tahun 45 SM dan segera menjadi diktator seumur hidup. Di bulan Februari 44 SM dia ditawari mahkota tetapi mentah-mentah ditolaknya. Meskipun dia sudah jadi diktator militer, ini belum cukup meyakinkan secara mantap lawan-lawan yang berhaluan republik. Tanggal 15 Maret 44 SM, Caesar terbunuh di sidang Senat oleh tangan sebuah komplotan.
Di masa-masa akhir hayatnya, Caesar merancangkan pelbagai program perbaikan. Dia merencanakan penempatan veteran tentara serta kaum miskin penduduk Romawi di dalam suatu masyarakat baru di seluruh kekaisaran. Dia pun memperluas kewarganegaraan Romawi dengan memberi kesempatan kepada pelbagai golongan memasukinya. Dia merencanakan meletakkan dasar administrasi seragam untuk seluruh pemerintahan kota-kota di seluruh negeri. Dan tak lupa rencana pembangunan, serta kodifikasi hukum Romawi. Yang tidak berhasil dilakukannya adalah menyusun sistem konstitusi yang memuaskan untuk pemerintah Romawi. Dan inilah mungkin yang menjadi sebab utama kejatuhannya.
Peta Asia Minor saat Julius Caesar memerintah
Karena selisih satu tahun antara kemenangan Caesar di Munda dengan terbunuhnya dia di sidang Senat di Roma, banyak rencana-rencananya tak sempat diterapkan.
Karena itu sukar diperkirakan kesempurnaan pemerintahan yang bagaimana yang akan bisa dinikmati andaikata Caesar dapat terus hidup. Dari semua perbaikan-perbaikan, yang paling punya akibat lestari adalah diperkenalkannya kalender baru. Kalender baru yang diperkenalkannya ini, dengan sedikit penyempurnaan, tetap terpakai sejak itu.
Julius Caesar adalah salah seorang dari tokoh politik yang punya daya kharisma dalam sejarah, melekat dalam dirinya pelbagai rupa bakat. Dia seorang politikus yang sukses, seorang jendral yang brilian, seorang orator yang mempesona, dan seorang penulis yang bagus. Buku yang ditulisnya (De bello Gallico) melukiskan ihwal penaklukan Gaul, sudah lama dianggap sebagai karya kesusasteraan klasik. Menurut pendapat banyak mahasiswa, buku itu paling mudah dibaca dan paling menarik dari semua kesusasteraan klasik. Caesar berpembawaan berani, penuh energi, dan ganteng. Tak salah dicatat, Caesar terkenal juga seorang perayu ulung, seorang Don Yuan, bahkan menurut ukuran jamannya pun dia termasuk jempolan. (Petualangan cintanya yang paling terkenal tentu saja --romannya yang menggemparkan dengan Cleopatra).
Watak Caesar sering jadi sasaran kritik. Ambisinya terhadap kekuasaan terlampau besar, dan dia memang betul-betul gunakan jabatannya untuk perkaya diri. Tetapi, tak seperti umumnya politisi yang ambisius, dia tidaklah licik dan plintat-plintut, dan tidak pula munafik. Caesar seorang keras dan kejam tatkala memerangi Gaul. Di lain pihak, dia teramat ramah kepada orang-orang Romawi penentangnya yang sudah dipatahkannya.
Ini merupakan petunjuk dari nama baik yang melekat pada dirinya. Karena itu, baik gelar raja Jerman "Kaiser" maupun raja Rusia "Czar", berasal dari nama Caesar. Dia senantiasa lebih masyhur dari cucu kemenakannya Agustus Caesar, tokoh yang sesungguhnya pendiri kekaisaran Romawi. Tetapi, pengaruh sesungguhnya Julius Caesar terhadap sejarah tidaklah setara dengan ketenaran namanya. Memang betul, dia pegang peranan penting dalam jatuhnya Republik Romawi. Tetapi arti penting ini tidaklah perlu dilebih-lebihkan, karena republik itu sebetulnya sudah sempoyongan dengan sendirinya.
Karya terpenting Caesar ialah penaklukannya atas Gaul. Daerah yang ditaklukkannya tetap berada di bawah kekuasaan Romawi selama hampir lima abad. Dalam jangka masa itu, semuanya "diromawikan." Hukumnya, adat-istiadatnya, bahasanya, dan juga kekristenan Romawi. Bahasa Perancis sekarang pada dasar pokoknya berasal-usul dari bahasa Latin masa itu.
Penaklukan Caesar atas Gaul juga pengaruh penting terhadap Romawi sendiri, karena menyediakan pelindung buat Itali selama berabad-abad dari serangan dari sebelah utara. Sesungguhnya penaklukan Gaul merupakan faktor keamanan buat keseluruhan kekaisaran Romawi.
Apakah Romawi --cepat atau lambat-- mampu menaklukkan Gaul tanpa Julius Caesar? Mereka tidak punya kelebihan teknologi atau kelebihan jumlah daripada suku-suku Gaul. Tetapi di lain pihak, Romawi sudah meluaskan daerahnya di masa sebelum Caesar menaklukkan Gaul, begitu pula sesudahnya. Menilai keefektifan segi militer Romawi saat itu dan keretakan yang ada dalam tubuh suku-suku Gallic, tampaknya memang kecil kemungkinan Gaul bisa bertahan sebagai suatu bangsa merdeka. Namun, tidaklah disangsikan lagi Caesar merupakan seorang jendral yang sesungguhnya sudah menaklukkan pasukan Celtic yang besar dan menaklukkan Gaul
Tatkala suasana politik bukan alang-kepalang hangat dan tajamnya, lahirlah di Roma seorang militer dan politikus Romawi yang masyhur, Gaius Julius Caesar, tahun 100 SM.
Di abad kedua sebelum Masehi, sesudah kemenangannya menundukkan Cartago dalam Perang Punik kedua, orang-orang Romawi sudah berhasil mendirikan kekaisaran yang luas. Penaklukan ini membikin mereka punya harta melimpah. Tetapi, peperangan membikin keadaan sosial ekonomi porak poranda dan banyak petani terusir dari sawah ladangnya. Senat Romawi, yang asalnya semacam dewan kota kecil, terbukti tak mampu mengatur negeri yang sudah begitu melebar secara efisien. Korupsi politik merajalela dan seluruh daerah Laut Tengah menderita sangat akibat ketidakbecusan pemerintah Romawi. Di Roma sendiri, bermula pada tahun 133 SM, sudah terjadi kekacaubalauan dalam masa yang cukup lama.
Politisi, para jendral dan para demagog saling bergulat merebut kursi kekuasaan dan pasukan pemberontak (seperti yang dipimpin Marius tahun 87 SM dan yang dipimpin Sulla tahun 82 SM) bergerak langsung ke jantung Roma. Kendati kebrengsekan pemerintahan sudah jelas-jelas bagi setiap orang, umumnya rakyat Romawi masih tetap ingin mempertahankan sistem pemerintahan republik. Julius Caesar mungkin pemimpin politik penting pertama yang dengan gamblang melihat bahwa pemerintahan demokratis di Roma tak ada faedahnya dipertahankan, dan memang sesungguhnya sudah lama tak ada bawa faedah.
Caesar sendiri berasal-usul keluarga bangsawan lama. Dia peroleh pendidikan baik dan sebagai anak muda dia sudah menceburkan diri ke dunia politik. Pelbagai jabatan yang pernah dipegangnya, pertumbuhan karier politiknya yang mengesankan, hubungan persekutuan yang pernah dibuatnya, secara detail tidak akan dijabarkan di sini. Tetapi, tahun 58 SM ketika usianya menginjak empat puluh dua Julius Caesar ditunjuk sebagai gubernur yang membawahi tiga propinsi di bawah Roma: Cisalpine Gaul (bagian utara Itali); Illyricum (daerah pantai Yugoslavia kini); dan Narbanese Gaul (pantai Perancis sekarang). Di bawah komandannya saat itu ada empat pasukan Romawi yang beranggotakan 20.000 tentara.
Selama tahun-tahun antara 58-51 SM, Caesar menggunakan pasukan itu menyerbu dan menaklukkan sisa daerah Gaul, daerah yang kira-kira terdiri dari Perancis dan Belgia kini, berikut bagian-bagian dari Swiss, Jerman, dan Negeri Belanda. Meskipun jumlah pasukannya teramatlah sedikit, dia berhasil memukul orang-orang Gallik dan sekaligus memperluas daerah kekuasaan Romawi hingga menyentuh Sungai Rhine. Dia juga mengirimkan dua ekspedisi ke Inggris, tetapi tidak berhasil menaklukkan secara permanen.
Penaklukan Gaul membuat Caesar --yang memang sudah menjadi pemuka politik-- seorang pahlawan tatkala kembali ke Roma. Dan di mata lawan-lawan politiknya malahan terlampau populer dan terlampau kuat. Ketika kendali komando militernya berakhir, dia diperintahkan oleh Senat Romawi kembali ke Roma dan menjadi penduduk biasa. Yang artinya tanpa punya pasukan samasekali. Caesar khawatir, dan kekhawatiran ini beralasan, karena jika dia kembali ke Roma tanpa pasukan, lawan-lawan politiknya akan menggunakan peluang menghancurkannya. Oleh sebab itu, di malam tanggal 10-11 Januari 49 SM, dalam perlawanan terbuka terhadap Senat, Caesar memimpin pasukannya menyeberangi Sungai Rubicon di belahan utara Italia dan menuju Roma. Ini merupakan langkah melanggar aturan dan tak lain daripada suatu pemula perang saudara antara pasukan Caesar di satu pihak melawan pasukan yang setia kepada Senat di lain pihak. Pertempuran berkecamuk tak kurang dari empat tahun lamanya yang akhirnya dimenangkan oleh Caesar. Pertempuran penghabisan yang menentukan terjadi di Munda, Spanyol, tanggal 7 Maret 45 SM.
Caesar berkesimpulan bahwa despotisme yang efisien yang diperlukan Romawi hanyalah dia yang bisa melakukannya. Dia kembali ke Roma bulan Oktober tahun 45 SM dan segera menjadi diktator seumur hidup. Di bulan Februari 44 SM dia ditawari mahkota tetapi mentah-mentah ditolaknya. Meskipun dia sudah jadi diktator militer, ini belum cukup meyakinkan secara mantap lawan-lawan yang berhaluan republik. Tanggal 15 Maret 44 SM, Caesar terbunuh di sidang Senat oleh tangan sebuah komplotan.
Di masa-masa akhir hayatnya, Caesar merancangkan pelbagai program perbaikan. Dia merencanakan penempatan veteran tentara serta kaum miskin penduduk Romawi di dalam suatu masyarakat baru di seluruh kekaisaran. Dia pun memperluas kewarganegaraan Romawi dengan memberi kesempatan kepada pelbagai golongan memasukinya. Dia merencanakan meletakkan dasar administrasi seragam untuk seluruh pemerintahan kota-kota di seluruh negeri. Dan tak lupa rencana pembangunan, serta kodifikasi hukum Romawi. Yang tidak berhasil dilakukannya adalah menyusun sistem konstitusi yang memuaskan untuk pemerintah Romawi. Dan inilah mungkin yang menjadi sebab utama kejatuhannya.
Peta Asia Minor saat Julius Caesar memerintah
Karena selisih satu tahun antara kemenangan Caesar di Munda dengan terbunuhnya dia di sidang Senat di Roma, banyak rencana-rencananya tak sempat diterapkan.
Karena itu sukar diperkirakan kesempurnaan pemerintahan yang bagaimana yang akan bisa dinikmati andaikata Caesar dapat terus hidup. Dari semua perbaikan-perbaikan, yang paling punya akibat lestari adalah diperkenalkannya kalender baru. Kalender baru yang diperkenalkannya ini, dengan sedikit penyempurnaan, tetap terpakai sejak itu.
Julius Caesar adalah salah seorang dari tokoh politik yang punya daya kharisma dalam sejarah, melekat dalam dirinya pelbagai rupa bakat. Dia seorang politikus yang sukses, seorang jendral yang brilian, seorang orator yang mempesona, dan seorang penulis yang bagus. Buku yang ditulisnya (De bello Gallico) melukiskan ihwal penaklukan Gaul, sudah lama dianggap sebagai karya kesusasteraan klasik. Menurut pendapat banyak mahasiswa, buku itu paling mudah dibaca dan paling menarik dari semua kesusasteraan klasik. Caesar berpembawaan berani, penuh energi, dan ganteng. Tak salah dicatat, Caesar terkenal juga seorang perayu ulung, seorang Don Yuan, bahkan menurut ukuran jamannya pun dia termasuk jempolan. (Petualangan cintanya yang paling terkenal tentu saja --romannya yang menggemparkan dengan Cleopatra).
Watak Caesar sering jadi sasaran kritik. Ambisinya terhadap kekuasaan terlampau besar, dan dia memang betul-betul gunakan jabatannya untuk perkaya diri. Tetapi, tak seperti umumnya politisi yang ambisius, dia tidaklah licik dan plintat-plintut, dan tidak pula munafik. Caesar seorang keras dan kejam tatkala memerangi Gaul. Di lain pihak, dia teramat ramah kepada orang-orang Romawi penentangnya yang sudah dipatahkannya.
Ini merupakan petunjuk dari nama baik yang melekat pada dirinya. Karena itu, baik gelar raja Jerman "Kaiser" maupun raja Rusia "Czar", berasal dari nama Caesar. Dia senantiasa lebih masyhur dari cucu kemenakannya Agustus Caesar, tokoh yang sesungguhnya pendiri kekaisaran Romawi. Tetapi, pengaruh sesungguhnya Julius Caesar terhadap sejarah tidaklah setara dengan ketenaran namanya. Memang betul, dia pegang peranan penting dalam jatuhnya Republik Romawi. Tetapi arti penting ini tidaklah perlu dilebih-lebihkan, karena republik itu sebetulnya sudah sempoyongan dengan sendirinya.
Karya terpenting Caesar ialah penaklukannya atas Gaul. Daerah yang ditaklukkannya tetap berada di bawah kekuasaan Romawi selama hampir lima abad. Dalam jangka masa itu, semuanya "diromawikan." Hukumnya, adat-istiadatnya, bahasanya, dan juga kekristenan Romawi. Bahasa Perancis sekarang pada dasar pokoknya berasal-usul dari bahasa Latin masa itu.
Penaklukan Caesar atas Gaul juga pengaruh penting terhadap Romawi sendiri, karena menyediakan pelindung buat Itali selama berabad-abad dari serangan dari sebelah utara. Sesungguhnya penaklukan Gaul merupakan faktor keamanan buat keseluruhan kekaisaran Romawi.
Apakah Romawi --cepat atau lambat-- mampu menaklukkan Gaul tanpa Julius Caesar? Mereka tidak punya kelebihan teknologi atau kelebihan jumlah daripada suku-suku Gaul. Tetapi di lain pihak, Romawi sudah meluaskan daerahnya di masa sebelum Caesar menaklukkan Gaul, begitu pula sesudahnya. Menilai keefektifan segi militer Romawi saat itu dan keretakan yang ada dalam tubuh suku-suku Gallic, tampaknya memang kecil kemungkinan Gaul bisa bertahan sebagai suatu bangsa merdeka. Namun, tidaklah disangsikan lagi Caesar merupakan seorang jendral yang sesungguhnya sudah menaklukkan pasukan Celtic yang besar dan menaklukkan Gaul
Sejarah
kejayaan Islam tak lepas dari amalan jihad yang diperani oleh para
pendahulu umat ini. Jihad memiliki kedudukan mulia di dalam Islam.
Tentunya, diatas ketentuan yang telah digariskan Allah dan Rasul-Nya.
Bukan aksi teror yang muncul dari semangat tanpa ilmu. Tulisan berikut
ini adalah memaparkan gambaran jihad fii sabilillaah di masa Khalifah
Abu Bakr Ash-Shiddiq.
Seusai
memulihkan kondisi jazirah ’Arab, dengan memerangi kaum murtad dan
orang-orang yang menolak membayar zakat, Abu Bakr berusaha keras
memobilisasi pasukan Islam dalam upaya menaklukkan negeri Syam yang
termasuk daerah teritorial kerajaan Romawi.
Keadaan Romawi Sebelum Peperangan
Ketika
pasukan Islam bergerak menuju Syam, tentara Romawi merasa terkejut dan
sangat takut. Dengan serta-merta mereka mengirimkan surat yang
memberitahukan akan hal tersebut kepada Heraklius, raja Romawi yang
berada di Himsh (sekarang dikenal dengan Homs –red). Dia pun melayangkan
surat balasan yang berbunyi, ”Celaka kalian! Sesungguhnya mereka adalah
pemeluk agama baru. Tidak ada yang bisa mengalahkan mereka. Patuhilah
aku, dan berdamailah dengan menyerahkan setengah penghasilan bumi Syam!
Bukankah kalian masih memiliki pegunungan Romawi?! Jika kalian tidak
mematuhi perintahku, niscaya mereka akan merampas negeri Syam dan akan
memojokkan kalian hingga terjepit di pegunungan Romawi.”
Tatkala
telah mendapatkan surat balasan seperti ini, mereka (tentara Romawi)
tidak mau menerima saran tersebut. Akhirnya, mau tidak mau Raja
Heraklius mengirim pasukan dalam jumlah yang besar. Pasukan Romawi mulai
bergerak, dan berhenti di lembah Al-Waqusah, di samping sungai Yarmuk
yang berdataran rendah dan memiliki banyak jurang.
Kedatangan Khalid bin Al-Walid dari ‘Iraq
Pasukan
Islam yang berada di Syam segera meminta bantuan. Maka Abu Bakr
Ash-Shiddiq memerintahkan Khalid bin Al-Walid agar menarik diri dari
’Iraq untuk kemudian menuju Syam bersama bala tentaranya. Dengan segera
Khalid menunjuk Al-Mutsanna bin Haritsah v sebagai penggantinya di
’Iraq. Kemudian beliau bergerak cepat dengan membawa 9.500 personel
pasukan menuju Syam. Mereka melalui jalan-jalan yang tidak pernah
dilalui seorang pun sebelumnya, dengan menyeberangi padang pasir,
mendaki gunung, serta melewati lembah-lembah yang sangat gersang.
Persiapan Pasukan Islam
Abu
Sufyan mengusulkan, layaknya ahli strategi perang, agar pasukan dibagi
menjadi tiga formasi. Sepertiga bersiap-siap di depan pasukan Romawi,
sepertiga lainnya yang terdiri dari bagian perbekalan dan para wanita
agar berjalan, dan sepertiga yang tersisa dipimpin oleh Khalid di posisi
belakang. Jika musuh telah mencapai perkemahan wanita dan perbekalan,
Khalid akan berpindah ke depan kaum wanita, sehingga mereka dapat
menyelamatkan diri di belakang pasukan Khalid bin Al-Walid .
Maka
mereka pun segera merealisasikan usulan itu. Pasukan Islam mulai
berkumpul dan berhadapan dengan musuh pada awal bulan Jumadil Akhir
tahun 13 H.
Strategi Pasukan Islam
Pasukan
Islam kala itu jumlahnya berkisar antara 36 ribu sampai dengan 40 ribu
personel tentara. Didalamnya terdapat seribu orang shahabat Nabi.
Seratus orang dari mereka adalah para veteran perang Badar. Abu ’Ubaidah
ibnul Jarrah (namanya Hanzholah bin Ath-Thufail) memimpin posisi tengah
pasukan. ’Amru bin Al-’Ash dan Syarahbil bin Hasanah memimpin sayap
kanan pasukan. Sedangkan pemimpin sayap kiri pasukan adalah Yazid bin
Abi Sufyan (dia dikenal dengan sebutan Yazid Al-Khoir).
Khalid
membawa kudanya ke arah Abu ’Ubaidah dan berkata, ”Aku akan memberikan
usul.” Abu ’Ubaidah menjawab, ”Katakanlah, aku akan mendengar dan
mematuhinya.” Khalid kembali berkata, ”Musuh pasti menyiapkan pasukan
besar untuk membobol pertahanan pasukan kita. Aku khawatir pertahanan
sayap kiri dan kanan akan kebobolan. Menurutku, pasukan berkuda harus
dibagi menjadi dua kelompok. Satu pasukan ditempatkan di belakang sayap
kanan, dan yang lain ditempatkan di belakang sayap kiri. Apabila musuh
berhasil menembus pertahanan sayap kiri atau kanan, para pasukan berkuda
berperan membantu mereka. Lalu kita datang menyerbu dari belakang.” Abu
’Ubaidah berkomentar, ”Alangkah jitu usulmu itu!”
Khalid
bin Al-Walid pun memerintahkan agar Abu ’Ubaidah ibnul Jarrah pindah ke
posisi belakang. Hal ini agar jika ada tentara Islam berlari mundur, ia
akan malu saat melihatnya kemudian kembali ke kancah pertempuran.
Kemudian Khalid menginstruksikan agar para wanita bersiap-siap dengan
pedang, pisau belati, dan tongkat. Khalid berkata, ”Siapa saja yang
kalian jumpai melarikan diri dari medan pertempuran, bunuh dia!”
Strategi Pasukan Romawi
Setelah
menerima bantuan personel dari pusat, pasukan Romawi maju dengan
kesombongan membawa 240 ribu personel. 80 ribu pasukan pejalan kaki, 80
ribu pasukan berkuda, dan 80 ribu pasukan yang diikat dengan rantai besi
(setiap sepuluh tentara diikat menjadi satu agar tidak lari dari
peperangan).
Mereka
bergerak hingga menutupi seluruh tempat yang ada seakan-akan mereka
adalah awan hitam. Mereka berteriak-teriak, mengangkat suara
tinggi-tinggi, sementara para pendeta, uskup, maupun pihak gereja
mengelilingi pasukan membacakan Injil sambil memotivasi mereka agar
gigih dalam berperang.
Pasukan
lini depan dipimpin oleh Jarajah (George), sayap kiri dan kanan
dipimpin oleh Mahan dan Ad-Daraqus. Pasukan penyerang dipimpin oleh
Al-Qolqolan, menantu Heraklius. Adapun pimpinan tertinggi pasukan ini
adalah saudara kandung Heraklius yang bernama Tadzariq.
Perundingan Sebelum Meletusnya Pertempuran
Abu
’Ubaidah dan Yazid bin Abi Sufyan maju ke arah pasukan Romawi dengan
membawa Dhirar bin Al-Azur, Al-Harits bin Hisyam dan Abu Jandal bin
Suhail untuk bertemu dengan Tadzariq yang tengah duduk di dalam tenda
yang terbuat dari sutera.
Para
shahabat berkata, ”Kami tidak dihalalkan memasuki tenda ini.” Maka
dibentangkanlah karpet dari sutera dan mereka dipersilahkan untuk duduk
di atasnya. Para shahabat berkata, ”Kami tidak diperbolehkan duduk di
atasnya.” Akhirnya Tadzariq duduk di tempat yang mereka inginkan. Para
shahabat mendakwahinya agar masuk Islam, namun perundingan ini berakhir
tanpa hasil. Akhinya mereka pun kembali ke barisan pasukan. Pemimpin
sayap kiri Romawi yang bernama Mahan ingin bertemu dengan Khalid bin
Al-Walid di antara dua pasukan yang saling berhadapan. Mahan berkata,
”Kami mengetahui bahwa kemiskinan dan kelaparanlah yang mengeluarkan
kalian dari negeri kalian. Maukah kalian jika aku beri sepuluh dinar
untuk setiap tentara beserta makanan dan pakaian, lalu kalian pulang ke
negeri kalian? Dan pada tahun depan aku akan memberikan jatah yang
serupa?”
Khalid
bin Al-Walid menjawab, ”Sesungguhnya, bukanlah yang mengeluarkan kami
dari negeri kami apa yang engkau sebutkan tadi. Tetapi sebenarnya kami
adalah sekelompok manusia peminum darah. Dan telah sampai berita kepada
kami bahwa tidak ada darah yang lebih segar daripada darah kalian,
bangsa Romawi. Untuk itulah kami datang kesini!” Mendengar jawaban itu
para sahabat Mahan berucap, ”Demi Allah, ucapan tersebut baru pertama
kali kita dengar dari bangsa ’Arab.”
Jalannya Pertempuran
Pasukan
Romawi pada perang ini keluar dalam jumlah besar yang tidak pernah
terjadi sebelumnya. Khalid juga membawa pasukan besar yang tidak pernah
terjadi sebelumnya dalam sejarah ’Arab. Tatkala persiapan sudah matang,
Khalid memerintahkan untuk memulai dengan perang tanding. Mulailah para
jagoan Islam di tiap pasukan maju hingga membuat suasana memanas.
Sementara Khalid berdiri menyaksikan laga tersebut.
Ditengah
suasana yang sudah memanas, pemimpin pasukan lini depan Romawi yang
bernama Jarajah ingin bertemu dengan Khalid di tengah dua pasukan. Ia
bertanya mengenai agama Islam, maka Khalid memberitahukan dakwah Islam
yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Akhirnya, Jarajah masuk Islam,
membalikkan sisi perisainya dan masuk ke dalam barisan pasukan Islam.
Melihat
pembelotan Jarajah, pasukan Romawi menyerbu ke barisan kaum muslimin.
Mahan memerintahkan pasukan sayap kanan menyerang menerobos pertahanan
sayap kanan pasukan Islam. Kaum muslimin tetap tegar berjuang di bawah
panji-panji mereka, hingga berhasil membendung serangan musuh.
Setelah
itu, pasukan besar Romawi datang lagi bak gunung besar yang berhasil
memporak-porandakan pasukan sayap kanan, hingga pasukan Islam beralih ke
tengah. Tak lama kemudian, mereka saling memanggil agar kembali ke
medan laga hingga berhasil memukul mundur kembali. Adapun para wanita,
tatkala melihat ada tentara Islam yang lari mundur, mereka segera
memukulinya dengan kayu, atau melemparinya dengan batu sehingga tentara
tersebut kembali ke kancah peperangan.
Kemudian
Khalid beserta pasukannya yang berada di sayap kiri menerobos ke sayap
kanan yang kebobolan diserang musuh, hingga berhasil membunuh enam ribu
tentara Romawi. Lalu Khalid membawa seratus pasukan berkuda menghadapi
seratus ribu tentara Romawi hingga berhasil meluluhlantakkan pasukan
musuh.
Pada
hari itu, begitu terlihat kegigihan, kesabaran, dan kepahlawanan
tentara-tentara Islam hingga pasukan Romawi berputar-putar seperti
penumbuk gandum. Mereka tidak melihat, pada perang itu, melainkan
kepala-kepala yang berterbangan, tangan-tangan maupun jari-jari yang
terpotong, serta semburan darah yang membasahi medan laga.
Ketika
itulah, seluruh pasukan Islam menyerbu dengan serentak, untuk kemudian
dengan leluasa menghabisi musuh tanpa ada perlawanan sedikit pun.
Jarajah pun akhirnya terluka parah dan meninggal dunia. Padahal beliau
belum pernah shalat sekalipun, kecuali dua raka’at yang dikerjakan
(diajarkan) oleh Khalid ketika baru/awal masuk Islam.
Peperangan
ini berawal dari siang hingga malam, sampai kemenangan diraih oleh
Islam dan kaum muslimin. Malam itu, pasukan Romawi berlari dalam
kegelapan. Adapun pasukan Romawi yang diikat rantai besi, jika salah
seorang dari mereka terjatuh, maka terjatuhlah seluruhnya. Malam itu,
Khalid bermalam di kemah Tadzariq, pimpinan tertinggi pasukan Romawi.
Pasukan
berkuda berkumpul di sekitar kemah Khalid menunggu tentara Romawi yang
lewat untuk dibunuh hingga waktu pagi tiba. Tadzariq pun terbunuh. Telah
terbunuh pada hari itu 120.000 lebih pasukan Romawi. Adapun tentara
Islam yang gugur di medan perang sebanyak tiga ribu pasukan. Kaum
muslimin mendapat harta pampasan yang begitu banyak pada perang ini.
Demikianlah,
kejayaan yang diraih oleh umat Islam tatkala mereka kokoh diatas
kemurnian ibadah kepada Allah dan berpegang teguh kepada sunnah (ajaran)
Rasul-Nya. Sebagaimana firman Allah (yang artinya):
”Dan
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan
mengerjakan amal-amal sholih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan
mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan
orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan
bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia
benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam
ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada
mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap)
kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”
(An-Nur: 55)
Langganan:
Postingan (Atom)
