BAB I
PENDAHULUAN
Pada masa kehidupan Gandhi, banyak negara yang merupakan koloni Britania Raya. Penduduk di koloni-koloni tersebut mendambakan kemerdekaan agar dapat memerintah negaranya sendiri.
Gandhi adalah salah seorang yang paling penting yang terlibat dalam Gerakan Kemerdekaan India. Dia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan, yang mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai.
Gandhi lahir pada 2 Oktober 1869 di negara bagian Gujarat di India. Beberapa dari anggota keluarganya bekerja pada pihak pemerintah. Saat remaja, Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika Selatan, sebuah koloni Inggris, di mana dia mengalami diskriminasi ras yang dinamakan apartheid. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi pun membentuk sebuah gerakan non-kekerasan.
Ketika kembali ke India, dia membantu dalam proses kemerdekaan India dari jajahan Inggris; hal ini memberikan inspirasi bagi rakyat di koloni-koloni lainnya agar berjuang mendapatkan kemerdekaannya dan memecah Kemaharajaan Britania untuk kemudian membentuk Persemakmuran.
Dalam paper ini akan di jelaskan tentang, bagaimanakah Konsep Perjuangan Mahatma Gandhi? Bagaimankah Perjuangan Kemerdekaan India Era Mahatma Gandhi? Dan bagaimanakah Masyarakat Tanpa Kekerasan Menurut Gandhi?
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
Gandhi lahir di orbandar, Gujarat, pada tanggal 2 Oktober 1869. Dia terlahir sebagai putra seorang politisi senior bernama Karamchand Gandhi dengan Putibai Gandhi, yang merupakan istri keempat. Gandhi hidup di sebuah komunitas Hindu bania yang terletak di daerah pesisir Gujarat. Pada bulan Mei tahun 1883, pada saat itu Gandhi berumur 13 tahun, Gandhi dijodohkan dan menikah dengan Kasturbai Makhanji yang berusia 14 tahun, sesuai dengan hukum adat dan budaya. Ketika Gandhi berumur 15 tahun, putra pertamanya lahir namun meninggal beberapa hari kemudian. Tidak lama kemudian, ayah Gandhi juga berpulang. Bersama dengan Kasturba, Gandhi memiliki 4 orang anak yaitu Harilal, Manilal, Ramdas, dan Devdas.
Gandi bukanlah siswa yang unggul. Gandhi hanya tercatat sebagai siswa yang pandai berbahasa Inggris dan pandai memimpin. Walaupun begitu, dengan kerja keras, Gandhi lolos ujian masuk dan tercatat sebagai siswa di Samaldas College di Bhavnagar, Gujarat. Pada tahun 1888, Gandhi menempuh sekolah ilmu hukum di University College, London. Di sana, dia mempelajari hukum India dan belajar untuk menjadi pengacara di Inner Temple. Ketika hidup London, Gandhi berusaha menepati janji kepada ibunya sebagai biksu untuk tidak mengkonsumsi daging sehingga dia menahan lapar dalam beberapa waktu sampai akhirnya dia menemukan restoran vegetarian. Setelah itu, Gandhi tergabung dalam Vegetarian Society. Dalam komunitas tersebut, Gandi mampu menarik banyak orang untuk mempelajari Budha dan Hindu. Pada tahun 1875, mereka mendirikan Theosophical Society dan Gandhi menjabat sebagai pemimpinnya. Dalam dakwahnya, Gandhi diminta membacakan Bhagavad Gita bagi para penganut baru.
Pada tahun 1891, Gandhi kembali ke India setelah mendengar kabar kematian ibunya. Selain itu, usaha Gandhi untuk menerapkan hukum di Bombay juga tidak berjalan lancar karena Gandhi merupakan sosok yang tidak pandai berbicara di depan umum. Dua tahun kemudian, Gandhi Gandhi mengembangkan karir dengan berkarya di naungan Dada Abdullah & Co. di Afrika Selatan.
Gandhi tinggal di Afrika Selatan selama dua puluh satu tahun. Di Afrika Selatan Gandhi mulai mengasah ilmu politik dan keterampilan memimpin. Selain itu, Gandhi juga belajar toleransi. Pada saat itu, Gandhi adalah seorang pengacara yang perusahaannya dipimpin oleh jutawan Muslim berkebangsaan India. Walaupun Gandhi pada saat itu hak para penganut Hindu tidak setara, Gandhi belajar untuk berlapang dada atas nama bangsa. Selain itu, Gandhi banyak mendapatkan perlakuan buruk rasisme di sana. Kehidupan di Afrika Selatan mengajari Gandhi banyak hal mengenai diskriminasi. Gandhi percaya bahwa dia mampu membangun jembatan penghubung bagi masyarakat yang berbeda sejarah dan juga agama. Keyakinan itu dia bawa sampai ketika dia kembali ke India.
Selain India, Gandhi juga berperan penting dalam perjuangan HAM di Afrika Selatan. Pada tahun 1894 Gandhi membantu Natal Indian Congress untuk menyatukan suara politik yang membuat Gandhi diserang pada tahun 1897 oleh para demonstran berkulit putih. Kemudian, pada tahun 11 September 196, Gandhi menggelar demonstrasi Satyagraha (devotion to the truth) dimana gandhi memprakarsai demonstrasi tanpa kekerasan. Semenjak itu, konsep Satyagraha dikenal luas dan banyak diadopsi oleh banyak bangsa.
Setelah berhasil memprakarsai perjuangan HAM di Afrika Selatan, Gandhi kembali ke Indian pada tahun 1915. Dikenal sebagai seorang nasionalis, teoris, dan organizer, Gandhi bergabung dengan Indian National Congress. Di sana dia bertemu dengan Gopal Krishna Gokhale yang banyak menginspirasi pemikiran Gandhi. Pada tahun 1920, Gandhi mulai mengambil alih kepemimpinan Indian National Congress, dan berhasil mengantarkan India pada kemerdekaan mereka, sepuluh tahun kemudian, pada tanggal 26 Januari 1930. Walaupun begitu, Inggris masih memiliki kuasa dalam pemerintahan India.
Pada akhir 1930, pemerintahan Gandhi menarik dukungan politis ketika pemerintahan Viceroy mendeklarasikan perang terhadap Jerman tanpa persetujuan pemerintahan India. Pemerintaan Gandhi mendesak Inggris untuk memberikan kemerdekaan mutlak bagi India. Desakan itu berdampak pada pemenjaraan Gandhi dan para cendekia India lainnya. Pada saat yang bersamaan, Muslim League yang bersekutu dengan pemerintahan Inggris menginginkan wilayah terpisah atas kaum Hindu. Pada Agustus 1947, Inggris membagi India untuk kaum Hindu dan Pakistan untuk kaum Islam. Sejak saat itu, Pakistan menginginkan kemerdekaan mutlak bagi mereka namun Gandhi tidak menyetujui. Pemisahan wilayah antara kaum Hindu dan Islam membuat banyak peristiwa mengerikan dalam sejarah India. Peristiwa yang sampai sekarang masih sering terjadi adalah kejahatan genosida dan perang antar kedua agama tersebut dan kaum Kristiani. Pada tahun 16 AGustus 1946, Gandhi mendatangi wilayah tersebut untuk menghentikan peperangan antar ras tersebut. Pada 14-15 Agustus 1947, kemerdekaan India diproklamasikan. Selain kemerdekaan India, Gandhi banyak berperan dalam beberapa peristiwa penting dunia pada masa itu. Gandhi dikenal sebagai seorang pejuang bagi hak asasi wanita dengan menetang pernikahan dini dan mngikutsertakan perempuan dalam kampanya pajak garam yang meningkatkan jati diri perempuan India pada masa itu.
Selain mendapatkan banyak sanjungan sebagai pemimpin ulung, Gandhi juga memiliki banyak musuh. Pada tanggal 30 Januari 1948, Gandhi ditembak oleh Nathuram Godse ketika Gandhi hendak beribadah. Nathuram Godse merupakan seorang nasionalis ekstrimis Hindu yang tidak setuju dengan keputusan Gandhi atas keputusan ekonomi Gandhi untuk Pakistan. Kematian Gandhi menyingkap beberapa perubahan positif di pemerintahan Indian; salah satunya adalah konsolidasi pemerintahan India. Nehru dan Patelyang pada saat itu aktif dalam pemerintahan menyatakan bahwa pihak bersalah atas peristiwa ras tersebut bukanlah kaum Muslim. Sesuai dengan tradisi Hindu, Gandhi dikremasi di Rajghat, Delhi. Abu Gandhi ditebar di banyak tempat sebagai memoriam; Sangam at Allahabad, Sungai Ni di Uganda, taman pemakaman memorial, Istana Aga Khan di mana Gandhi dipenjara pada 1942 hingga 1944, dan Self-Realization Fellowship Lake Shrine di Los Angeles.. Atas jasanya, Mahatma Gandhi mendapatkan banyak penghargaan. Salah satu penghargaan yang paling melekat padanya adalah nama Mahatma, yang memiliki arti berjiwa besar (Great Soul).
Perjuangan Mahatma Ghandi
Perjuangan Gandhi untuk meraih kemerdekaan tidak lepas dari ajaran-ajarannya (utamanya dari ajaran agama Hindu) yang dipraktikkan dalam hidupnya. Dalam menjalankan aksi perlawanannya, ia selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan sebagai basis dasar gerakannya. Untuk memahami lebih jauh ajaran atau prinsip-prinsip anti kekerasan Gandhi.
Pergulatan Gandhi dalam menggali pengalaman hidupnya yang banyak terinspirasi dari kitab-kitab suci, seperti al-Kitab, al-Quran, Bhagavad Gita dan lainnya. Yang pada gilirannya, dari pergulatan inilah Gandhi memperoleh spirit gagasan Ahimsa, Satyagraha, Swadesi, Hartal.
Pemikiran Mahatma Gandhi banyak dipengaruhi oleh lingkungan masa kecilnya yakni orang tuanya, desanya dan masyarakat sekitar. Lebih-lebih suasana religius Hinduisme yang menjiwai setiap orang India. Selama perjuanganya di Afrika Selatan, Gandhi mengembangkan lebih dalam keyakinan spiritualnya.
Pemikiran Mahatma Gandhi sebenarnya tidak begitu kompleks, Gandhi dengan tegas memilih kesederhanaan, tidak hanya dalam menjelaskan ajarannya tetapi juga dalam praktek hidup. Hal itu nampak pada konsepnya tentang Tuhan, alam dan kehidupan dunia.
Konsep pemikiran Gandhi bersumber pada tradisi pemikiran India pada umumnya dan Hindu pada khususnya. Tradisi pemikiran India antara lain mempunyai kecenderungan yang bersifat spiritual, menempatkan intuisi sebagai sarana untuk memperoleh kebenaran, bersifat monistis, selalu mempertimbangkan hal-hal yang bersifat tradisional dan bersedia menerima komentar-komentar dari para pemikir. Pemikiran tersebut mengacu pada coraknya yang bersifat kerohaniahan dan kesediaannya mengadakan adaptasi terhadap aliran-aliran pemikiran yang lain.
Pemikiran Mahatma Gandhi bertumpu pada pemikiran India dan ditumbuh kembangkan oleh pemikiran yang lain yang ia ketahui sejauh hal itu tidak bertentangan dengan Hinduisme. Adapun konsep-konsep pemikirannya secara garis besar dapat dikemukakan sebagai berikut :
Tuhan, sebagaimana yang ia yakini adalah kebenaran dan kasih. Tuhan adalah etika dan moralitas. Tuhan merupakan wujud universal yang meliputi segala sesuatu, dan manusia merupakan bagian terkecil. Konsep mengenai Tuhan sebagai realitas tidak dapat dipisahkan dari pemahaman Gandhi mengenai kebenaran. Gandhi meyakini bahwa eksistensi kebenaran/Tuhan tidak bisa dibuktikan, tetapi hanya bisa dihayati. Ia mengungkapkan bahwa sifat dan wujud Tuhan bukan personal dan mempribadi, melainkan impersonal dan hanya bisa ditangkap melalui keyakinan dan melalui pemahaman. Dia menulis “Di sini ada kekuatan misterius yang tidak bisa didefinisikan, tidak terbatas, dan meliputi segalanya. Saya merasakannya, meskipun tidak melihatnya”. Bukti lahiriah tentang Tuhan tidaklah perlu, karena kita pasti gagal merasakannya melalui indera kita. “ Musik ilahi tanpa hentinya akan mengalun dalam diri kita, tetapi perasaan kita yang gaduh akan menelan bunyi musik yang halus itu, yang bunyinya tidak sama dan jauh lebih tinggi dari apa pun yang dapat kita rasakan atau dengar dengan indera kita”. Tuhan/kebenaran tidak bisa diserap oleh panca indera yang seringkali menipu kita tetapi hanya bisa dirasakan melalui jiwa yang merupakan perwujudan kesucian atau fitrah dalam diri.
Kehadiran Tuhan dapat dirasakan atau dilihat dari adanya realitas di hadapan kita, realitas alam yang teratur, sebagai contoh, bukanlah semata-mata keteraturan yang buta, sebab keteraturan itu mempunyai arah, hukum seperti itu dipahaminya sebagai Tuhan. Jalan menemukan Tuhan yaitu dengan melihat dan bersatu dengan ciptaan-Nya. Inilah kebenaran yang dimaksud Gandhi, dan bersatu, berdamai, selaras dengan ciptaan itu disebut sebagai ahimsa.
Ahimsa tidak sebatas hanya pada keyakinan atau sikap saja, tetapi lebih merupakan suatu keseluruhan hidup yang ahimsa, yang meliputi pikiran, tindakan, dan ucapan. Ahimsa mencakup seluruh ciptaan, itu artinya bahwa orang harus berlaku secara ahimsa kepada siapa pun. Ahimsa ditujukan kepada mereka yang mempunyai keteguhan jiwa, bukan kepada mereka yang lemah dan suka kompromi. Hanya mereka yang mampu mengalahkan ketakutanlah yang sungguh-sungguh dapat memiliki ahimsa, sehingga benar-benar ia menjadi orang yang seluruh hidupnya hanya mau berpegang pada kebenaran atau Satyagraha. Menjadi Satyagrahi atau orang yang cinta akan kebenaran seseorang diwajibkan untuk melakukan tindakan disiplin diri dan sikap pengabdian, karena penekanannya pada pencapaian ketinggian moral. Untuk itu perlu melatih dan terus menerus dalam disiplin, kesadaran diri dan kebersihan lahir dan batin.
Sementara mengenai kebenaran dunia atau alam, adalah suatu ciptaan Tuhan yang digunakan sebagai lahan bagi manusia untuk mewujudkan dirinya dengan bimbingn moral. Gandhi beranggapan bahwa manusia hidup dalam arti yang sebenar-benarnya apabila bersatu dengan alam, karena hakikat manusia akan selalu berhubungan dengan alam atau dunia. Menurut keyakinannya hidup di dunia merupakan jembatan bagi kehidupan yang abadi, sejauah hal itu dimengerti secara sadar.
Mengenai manusia, Gandhi berpendapat bahwa pada hakikatnya manusia terdiri dari jasmani dan rohani. Manusia juga mempunyai kasadaran, rasio, kehendak, emosi dan rasa keindahan. Dengan kesadaran manusia dapat mengambil jarak dengan lingkungannya. Sementara rasio menyebabkan manusia sanggup bertanya dan menjawab terhadap kesadarannya. Selanjutnya dengan kehendak dapat direalisasikan apa yang menjadi pemikirannya. Dengan emosinya manusia dapat mengetahui suasana hati dan mengetahui hubungan antar sesama.
Ajaran dan sosok Gandhi telah menjadi milik dunia. Ia telah mendarmabaktikan pemikiran dan hidupnya untuk memajukan dunia, mewujudkan perdamaian abadi yang dilandasi kebenaran, keadilan, dan cinta kasih yang tulus. Gandhi terkenal sebagai seorang experimenter dalam pengembangan perang tanpa kekerasan. Salah satunya adalah kemanjuran strategi kebenaran dan diplomasi dengan prinsip satyagraha dan ahimsa disamping swadesi, dan Hartal.
Aksi Sosial Gandhi Melawan Penindasan
Mahatma Gandhi adalah seorang Jainis yang mana di dalam aliran ini (Jainisme) memiliki paham bahwa meneruskan hidup berarti selalu aktif secara fisik, kata-kata dan pikiran. Itu berarti bahwa manusia harus selalu aktif dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Keaktifan ini harus juga berhadapan dengan berbagai situasi kemanusiaan seperti suka dan duka, untung dan malang. Namun, yang paling penting ialah bagaimana kita dapat membangun diri kita dalam situasi-situasi itu. Sukses dan keberhasilan adalah sesuatu yang diusahakan dan dicari.
Kemerdekaan India atas penjajahan Inggris tidak lepas dari perang perjuangan Gandhi. Bangsa India dapat mencapai kemerdekaannya pada tanggal 15 Agustus 1947 dengan cara damai dan pantang kekerasan. Perjuangan Gandhi untuk meraih kemerdekaan India tidak lepas dari ajaran-ajarannya yang ia praktekkan dalam hidupnya. Gandhi dalam menjalankan aksi perlawanannya selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan sebagai basis dasar gerakannya. Beberapa gerakan tersebut antara lain sebagai berikut:
Ahimsa
Secara harfiyah ahimsa berarti “tidak menyakiti”, tetapi menurut ghandi pengertian seperti itu belum cukup, menurutnya ahimsa berarti menolak keinginan untuk membunuh dan tidak membahayakan jiwa, tidak menyakiti hati, tidak membenci, tidak membuat marah, tidak mencari keuntungan diri sendiri dengan meperalat serta mengorbankan orang lain. Ghandi memandang ahimsa dan kebenaran (satya) ibarat saudara kembar yang sangat erat, namun membedakannya dengan jelas bahwa ahimsa merupakan sarana mencapai kebenaran, sedangkan kebenaran (satya) sebagai tujuannya.
Pengertian ahimsa sebagai suatu sarana berarti tidak mengenal kekerasan untuk mencapai kebenaran, baik dalam wujud pikiran, ucapan, maupun tindakan. Justru kebalikannya, ahimsa harus menciptakan suasana membangun ,cinta, dan berbuat baik kepada orang lain meskipun orang lain itu telah menyakitinya, bahkan terhadap musuhnya sekalipun.
Satyagraha
Secara harfiyah satyagraha berarti suatu pencarian kebenaran dengan tidak mengenal lelah. Berpegang teguh pada kebenaran artinya satyagraha merupakan jalan hidup seseorang yang berpegang teguh terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan mengabdikan seluruh hidupnya pada Tuhan Yang Maha Esa. Karena jalan satu-satunya untuk mencapai tujuan ini adalah dengan sarana ahimsa, maka satyagraha juga berarti mengejar tujuan benar dengan sarana ahimsa. Swadesi
Pengertian swadesi adalah cinta tanah air sendiri, cara mengabdi kepada masyarakat yang sebaik-baiknya kepada lingkungannya sendiri lebih dahulu. Ghandi secara jelas memberikan urutan swadesi ini, yaitu pengabdian diri untuk keluarga, pengorbanan keluarga untuk desa, desa untuk keluarga dan negara untuk kemanusiaan. Maksud Ghandi agar swadesi ditaati untuk menciptakan ketentraman dunia, sedangkan pengingkaran terhadapnya mengakibatkan kekacauan. Pelaksanaan swadesi ini antara lain, sebisa-bisanya agar membeli segala keperluan dari dalam negeri dan tidak membeli barang-barang import, bila barang-barang tersebut dapat dibuat dalam negri sendiri. Melihat situasi dan kondisi waktu itu kemungkinan untuk melaksanakan anti import barang-barang asing sebagai protes dan boikot terhadap kaum penjajah.
Hartal
Hartal semacam pemogokan nasional, toko-toko ditutup sebagai protes politik dan para pekerja melakukan pemogokan massal. Untuk pertama kalinya Ghandi memutuskan untuk menentang pemerintah kolonial Inggris di india. Ia memutuskan melaksanakan hartal, ia mengatakan bahwa suatu hari kegiatan dagang harus dihentikan, toko-toko tutup, dan pekerja –pekerja mogok. Hartal ini merupakan permulaan dari perjuangan selama 28 tahun, yang berakhir dengan penjajahan inggris menghentikan koloninya atas bangsa india. Hartal dilakukan oleh rakyat india sebagai sebuah protes politik, namun hari-hari mogok itu dihabiskan dengan berpuasa dan kegiatan keagamaan lainnya.
Konsep Filosofis Tentang Masyarakat
Pandangan yang berbeda tentang konsep masyarakat banyak dikemukakan oleh para filosof, baik klasik maupun kontemporer. Perbedaan pandangan tersebut biasanya terjadi karena asumsi dasar yang mengonstruksi pemikirannya juga berbeda. Itulah sebabnya, konsepsi masyarakat menjadi banyak variasinya tergantung dari sudut pendekatan yang digunakan.
Masyarakat Tanpa Kekerasan Menurut Gandhi Pada dasarnya gagasan Gandhi tentang masyarakat tidak bisa dilepaskan dari gagasan pokoknya tentang prinsip-prinsip pola reaksi antar manusia untuk hidup berdampingan secara damai, toleran, dan jauh dari perilaku kekerasan. Pola relasi antar manusia yang kemudian berada dalam suatu tempat adalah jaminan pertama dan utama yang membentuk masyarakat. Artinya, masyarakat adalah suatu komunitas yang terjadi dan terbentuk dari proses relasi antarmanusia yang menduduki suatu wilayah tertentu.
Gandhi berkeyakinan bahwa manusia adalah makhluk yang kompleks dan unik yang slalu mengalami proses perkembangan dari Himsa menuju Ahimsa. Manusia sebagai makhluk otonom misalnya, selalu berusaha sekuat tenaga untuk membangun hubungan baik dengan sesama. Itulah yang memberikan suatu pendasaran tentang konsepsi masyarakat bagi Gandhi, Bahwa masyarakat terbentuk karena kehadiran manusia sebagai makhluk otonom dan berkorelasi. Faktor berkorelasi tersebut memberikan suatu ikhtiar bagi manusia untuk tidak memusnahkan manusia lainnya dan menghindarkan diri dari perilaku himsa atau kekerasan.
Menurut Gandhi, dalam setiap pengabdian dalam masyarakat, tidaklah mungkin saling melepaskan diri dari bagian-bagiannya. Kewajiban sesorang terhadap dirinya sendiri, kepada keluarganya, kepada bangsanya dan kepada seluruh dunia, misalnya, kepada bangsanya dan kepada seluruh dunia, misalnya mutlak, mutlak saling berkaitan. Tidak mungkin seseorang berjasa kepada tanah airnya dengan merugikan diri sendiri atau keluarganya. Sehingga wujud dari pengabdian seseorang kepada masyarakat adalah membangun secara bersama-sama kepentingannya masing-masing dengan tetap mengedepankan kepentingan bersama.
Gandhi dan Agama Hindu
Gandhi adalah seorang Hindu ortodok tapi juga seorang reformator Hindu sebab ia mempraktikan apa yang ia sampaikan. Bagi Gandhi kebenaran juga adalah kesadaran akan kesatuan diri kita dengan seluruh universium atau meleburnya jiwa (merging) individual ke dalam jiwa universal. Sementara dalam agama Hindu terdapat beberapa ajaran tentang pengakuan adanya realitas tertinggi, ajaran tentang jiva (jiwa), ajaran tentang karma, dan ajaran tentang pelepasan atau pembebasan.
Ajaran-ajaran di atas memiliki hubungan yang erat dengan Mahatma Gandhi yang juga seorang Jainis. Berkat Gandhi, agama Hindu memiliki tempat yang berarti bagi kehidupan kemanusiaan. Karena, Gandhi adalah seorang sannyasin asketis yang meniadakan pembatas antara hidup doa dan tindakan atau perbuatan sehari-hari, antara agama dan politik. Namun, baginya masih memilki keterkaitan sebab yang terbatas dan tak terbatas tidak terpisah tapi saling berhubungan secara mendalam. Tidak ada konflik antara keadaan pembebasan dengan keadaan terbelenggu (bondage), antara dharma sebagai kewajiban moral dan mokhsa. Mokhsa bersifat individual sekaligus universal yang merupakan buah dari dharma setiap orang dan dharma komunitas.
Penghargaan untuk gandhi
Gandhi tidak pernah menerima Penghargaan perdamaian nobel, meski dia dinominasikan lima kali antara 1937 dan 1948. Beberapa dekade kemudian, hal ini disesali secara umum oleh pihak Komite Nobel. Dan dianugerahi Penghargaan Nobel pada 1989, ketua umum komite mengatakan bahwa ini merupakan sebuah bentuk mengenang Mahatma Gandhi.
Sepanjang hidupnya, aktivitas Gandhi telah menarik berbagai komentar dan opini. Misalnya, sebagai penduduk Kerajaan Britania, Winston Churchill pernah berkata "Menyedihkan...melihat Mr. Gandhi, seorang pengacara Kuil Tengah yang menghasut, sekarang tampil sebagai seorang fakir yang tipenya umum di Timur, menaiki tangga Istana Viceregal dengan badan setengah-telanjang." Begitu juga dengan Albert Einstein yang berkomentar berikut mengenai Gandhi: "(Mungkin) para generasi berikut akan sulit mempercayai bahwa ada orang seperti ini yang pernah hidup di dunia ini."
Karya Mahatma Gandhi tidak terlupakan oleh generasi berikutnya. Cucunya, Arun Gandhi dan Rajmohan Gandhi dan bahkan anak cucunya, Tushar Gandhi, adalah aktivis-aktivis sosio-politik yang terlibat dalam mempromosikan non-kekerasan di seluruh dunia.
BAB III
KESIMPULAN
Gandhi telah mulai merintis perjuangannya sejak dia berada di Afrika Selatan. Pada tahun 1893 dimana dia melihat adanya perlakuan diskriminasi yang dilakukan oleh pemerintah setempat terhadap masyarakat India, serta masyarakat kulit hitam di sana untuk melakukan tindakan non-kooperasi terhadap pemerintah / penguasa Afrika Selatan.
Mahatma Gandhi adalah pemimipin yang paling inspirasional pada awal abad 20. Advokasinya tentang aksi ketidakpatuhan warga serta tanpa kekerasan adalah cara yang paling efektif untuk mencapai perubahan sosial yang mempengaruhi pergerakan-pergerakan lain di dunia, seperti perjuanagan Marthin Luther King Jr
DAFTAR PUSTAKA
http://hinduismedila.blogspot.com/2012/12/pemikiran-mahatma-gandhi-dan.html diakses 9 juni 2013
http://satriabajahikam.blogspot.com/2012/03/garis-besar-pemikiran-mahatma-gandhi.html diakses 9 juni 2013
http://profil.merdeka.com/mancanegara/m/mahatma-gandhi/ diakses 9 juni 2013
http://satriabajahikam.blogspot.com/2012/03/garis-besar-pemikiran-mahatma-gandhi.html diakses 9 juni 2013
http://www.kadnet.org/web/index.php?option=com_content&view=article&id=635:mahatma-gandhi-perjuangan-dan-pemikirannya&catid=37:wawasan-perspective&Itemid=66 diakses 9 juni 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar